Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Terimakasih ikhwafillah yang telah menyempatkan diri membaca kisah saya hari ini.
Penasaran? Yuk lanjut baca...
Bismillah, biidznilllah..
Tadi siang, aku terjebak dzuhur di daerah Balakang - Cipanas, sedangkan waktu telah menunjukan pukul 13.35.
Bergegas aku datangi sebuah mesjid di daerah tsb, sebut saja Mesjid Al-Balagh. Sebuah mesjid yang terletak di pinggir jalan kampung tsb. Tak berfikir panjang, aku langsung berwudhu dan melaksanakan sholat dzuhur di mesjid tsb. Aku tinggalkan 2 buah sepatuku (kiri dan kanan alias sepasang sepatu-hhee...) di halaman mesjid tsb. 15 menit berlalu aku beranjak menghampiri sepatuku yang tadi aku tinggalkan.
Sedikit kuperhatikan dari jarak sekitar 5 meter, aku dapati sepatuku hanya sebelah. Ku teliti sambil ku dekati sepatuku hanya sebelah kiri saja, ku perhatikan sekeliling halaman mesjid yang hanya berukuran +_ 15 meter2 itu. Sepatu sebelah kananku. Tak ada! Innaalillaahiii... aku cari keluar mesjid, bahkan ku intip bagian bawah beberapa mobil yang terparkir di depan mesjid, Tak ada! Masih tak ada, aku kelilingi mesjid tersebut dengan hanya beralaskan sepatu kiri dan kaos kaki telanjang tanpa sepatu di kaki kanan. Tak ada!
Ku cari-cari dengan bantuan seorang supir yang rela meluangkan waktunya mencari sepatuku yang hilang sebelah itu *hhhe...
10 menit kurang lebih berlalu, aku putuskan untuk segera meneyelamatkan rasa malu dengan membeli sepasang (ingat hanya sepasang-hhe) sandal jepit. dengan merk sendal jepit yang sudah sangat terkenal di kalangan kaumku (baca: swallow) hhe
Sadar akan kondisi pembeli sandal (baca : aku) adalah orang yang tengah kehilangan sepatu kanan nya, segera pedagang di warung tersebut memanggil tetangganya untuk membantu mencarikan sepatuku. Subhaanallaaah, kepeduliannya saja dsudah sangat membuatku senang dan bersyukur alhamdulillah, peduli dengan kebingunganku "mencari sepatu" hhhe,,,
20 menit sudah berlalu aku disana, ku putuskan untuk segera pergi meninggalkan tempat bersejarah tersebut. hhe... Ku tinggalkan no. HP kepada seorang penjaga toko gorden di sebelah mesjid tsb. Dimana mungkin saja ada orang yang menemukan sepatu sebelah kananku itu, dan berharap ia bisa menjadi jalan di pertemukannya kembali sepatu sebelah kiri dan sepatu sebelah kananku itu. Hehehe...
Bukan sesal yang aku dapati, namun aku tersenyum-senyum sendiri. Aneh! hanya 1 yang diambil, atau mungkin di umpetin (yaah suudzhon deh) Astaghfirullaaah..
Kemudian aku berfikir... pasti ada hikmah dibalik kejadian ini:
Beberapa ibroh yang aku dapati:
1. Teguran dari Allah atas kelalaian aku melaksanakan sholat
2. Allah sayang kepadaku karena tidak mengambil dua-duanya.
3. Jelaslah sudah, sepasang sendal jepit yang hanya 10 ribu lebih berharga dari pada 1 buah sepatu berharga ratusan ribu. Demikianpun manusia, akan lebih bernilai jika berpasangan.
Maka, ingatlah aku pada beberapa ayat Al-Qur'an berikut :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ
وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ
أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
[QS. Al Hujuraat (49):13]
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن
نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى
تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًۭا
“Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah
menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya,
kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak
sekali.” [QS. An Nisaa (4):1].
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا وَجَعَلَ لَكُم
مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةًۭ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ
أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
‘Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari
jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan
bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki
yang baik-baik.” [QS. An Nahl (16):72].
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ
يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ
ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ
أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan
Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [QS. At Taubah (9):71].
Subhaanallaaah...